Alur Konspirasi
Petualangan yang telah diselesaikan dalam novel Fiersa Besari
dengan “Konspirasi Alam Semesta” memberikan banyak impact yang besar pada hari
ini setelah menyelesaikan novel tersebut dalam kurun waktu kurang lebih 24 jam.
Novel tercepat yang pernah aku baca. Halaman demi halaman terlewati dengan
usaha menyisihkan waktu untuk membaca dari padatnya tugas kuliah. Setiap
kata-katanya sepertinya terdapat rasa rindu yang tersembunyi dan pengalaman
yang pernah dirasakannya walaupun aku tidak mengerti apa itu benar atau salah. Yang
pasti kisah Juang Astrajingga dan Ana Tidae menjadi penyemangat untuk
akhir-akhir ini yang kadang menyenangkan dan kadang juga membuat sedikit gerah.
Manisnya mereka berdua pasti membuat iri siapa pun yang membacanya, dan dapat
dijadikan pelajaran untukku juga lalu menjadikan itu semua semacam pengarahan.
Kita semua sadar bahwa kuliah tidak seasik dalam cerita novel yang alurnya
manis. Semua rasa pernah kita rasakan dalam realita kehidupan kita,ntah itu
manis atau pahit setidaknya kita dapat selalu mengambil hikmah dibalik itu
semua.
Berteman dengan siapapun menjadi catatan kedua yang aku miliki, menilai orang dari covernya tidak membuktikan semuanya. Jelas hati dan fisik tidak selalu sama, kadang mereka yang memberikan tampang kaku dan membosankan namun justru sangat peduli tapi yang dikira peduli ternyata menipu. Kerja keras Juang patut diacungi jempol dengan semangat dan usaha yang dimilikinya. Kreativitas menulisnya membawanya pada tugas berat ke daerah timur dan melakukan dokumentasi penting terkait kenegaraan di daerah perbatasan sana.
Selain itu kisah romantis antara Juang dan Ana menjadi pelipur lara, rasa percaya antara satu sama lain dan kasih sayang yang selalu ada tidak membuat hubungan mereka sirna dan tetap pada posisi yang semestinya. Terbukti, bahwa jarak tidak selalu menjadi permasalahan utama dan bukan menjadi suatu alasan dalam hubungan ketika terjadi perdebatan. Kadang rindu, marah, sedih, dan sayang menjadi suatu perjalanan yang harus kita nikmati sampai kita di tempat tujuan. Sedikit mengheningkan cipta untuk kisah-kisah yang telah pergi jauh dan selama ada waktu yang tersisa itulah kesempatan kita kedua untuk memulai cerita kedepan yang lebih baik dari sebelumnya.

Komentar
Posting Komentar